Rabu, 10 Oktober 2012

(74) Asma al-Husna : Al-Muqaddim ; (75) Asma al-Husna :Al-Mu’akhir






(74) Al-Muqaddim (Yang Maha Mendahulukan)


  
(75) Al-Mu’akhir (Yang Maha Mengakhirkan)


Kedua nama ini mempunyai arti mendahulukan sebagian dari sebagian yang lain, dan mengakhirkan sebagian daripada sebagian yang lain baik dalam waktu maupun martabat. Keduanya merupakan tanda iradat dan perbuatan-Nya.

Di antara para wali Allah, ada yang penuh keseriusan, kemauan keras, dan perjuangan dalam ibadah serta tidak rela ketinggalan dari saudara-saudaranya yang terdahulu.
Mereka bersyair:

Berlomba-lombalah dalam kata dan karya
Takutlah jiwa ini dari penyesalan yang terkalahkan.

Ketahuilah, adakalanya, Allah Swt mendahulukan hukum-Nya terhadap suatu kaum di mana secara lahir mereka tampak sebagai pendurhaka dan terkutuk. Orang-orang pun memvonis mereka sebagai golongan hamba ‘yang terjauh’ (maqaam al mub’adiin), padahal – pada kenyataannya – mereka adalah ahli rahmat dengan hukuman yang didahulukan. Karena itu janganlah kita mudah memvonis orang lain, mengingat kita tidak tahu persis apa di balik itu semua.

Dikisahkan, ada seorang penyeru azan yang terkenal saleh di negeri Baghdad. Dia sudah 25 tahun menekuni pekerjaannya itu. Suatu hari di bulan Ramadhan, setelah melakukan salat zhuhur. Ia melihat banyak orang masuk ke rumah saudaranya sambil minum arak. Ia pun memasuki rumah itu, dan saudaranya mengatakan bahwa bila ia tidak mau minum segelas saja maka isterinya hendak dicerai. Agar saudaranya tidak sampai menceraikan isterinya, ia pun terpaksa minum segelas. Pengaruh minuman itu mulai menjalar ke saraf-saraf tubuhnya; ia menuangkan lagi ke dalam gelasnya, hingga mabuk. Oleh jemaah dalam mesjid ia diminta iqamah karena salat akan dimulai. Si muazin yang saleh mendadak bersumpah: “Mulai saat ini aku tidak mau mau salat untuk selama-lamanya”. Tidak lama kemudian ia mati dalam keadaan mabuk; ia tergolong orang yang diakhiri oleh Allah Swt dalam hukum-Nya yang mendahuluinya. Sia-sialah perjuangannya dengan kepayahan. Kita mohon kepada Allah Swt kebaikan kesudahan disertai dengan taufik dan hidayah-Nya.

<===  To Be Continued  ===>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berlangganan via E-mail

Subscribe Here

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...